<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Mutiara &#187; kontempelasi</title>
	<atom:link href="http://frandi.rumahfrandi.com/mutiara/category/kontempelasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://frandi.rumahfrandi.com/mutiara</link>
	<description>Tak lekang oleh waktu</description>
	<lastBuildDate>Sun, 02 Aug 2009 08:30:38 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Pesan Moral</title>
		<link>http://frandi.rumahfrandi.com/mutiara/kontempelasi/pesan-moral/</link>
		<comments>http://frandi.rumahfrandi.com/mutiara/kontempelasi/pesan-moral/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Jan 2009 06:52:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[kontempelasi]]></category>
		<category><![CDATA[pesan moral]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://frandi.rumahfrandi.com/mutiara/?p=118</guid>
		<description><![CDATA[Mau tau pembicaraan yang sering terjadi? Ini nih…
Sudah nonton twilight? Sudah liat Perempuan Berkalung Sorban? Dah baca buku ini? Punya buku itu gak? Dah baca tulisannya si fulan? Udah denger lirik lagunya itu?
 &#8212; Belum belum! Memang apa pesan moralnya?? &#8211;
Coba deh nonton (baca atau denger) aja sendiri, soalnya, pesen moralnya dalem banget lho…
Blablabla…
Pesan moral!
Kayaknya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mau tau pembicaraan yang sering terjadi? Ini nih…</p>
<p><em>Sudah nonton twilight? Sudah liat Perempuan Berkalung Sorban? Dah baca buku ini? Punya buku itu gak? Dah baca tulisannya si fulan? Udah denger lirik lagunya itu?</em></p>
<p><em> &#8212; Belum belum! Memang apa pesan moralnya?? &#8211;</em></p>
<p><em>Coba deh nonton (baca atau denger) aja sendiri, soalnya, pesen moralnya dalem banget lho…</em></p>
<p>Blablabla…</p>
<p><strong>Pesan moral!</strong></p>
<p>Kayaknya itu lagi ngetrend belakangan ini. Sesuatu yang pesan moralnya dalem, pasti deh langsung diminati. Entah itu film, buku, lagu atau apalah… pokoknya yang ada pesan moralnya, langsung dicari oleh orang-orang. . makanya begitu suatu film bagus tayang (bahkan kadang belum tayang) yang namanya ulasan dari film tersebut sudah beredar luas di email, majalah dll dll….</p>
<p>Termasuk saya.. doyan banget baca ulasan, doyan banget juga bikin ulasan.. hehehe…<br />
<span id="more-118"></span><br />
Abis nulis suatu ulasan, biasanya saya terkagum – kagum sama si pembuat film, eh penulis cerita maksudnya, kok ya bisa-bisanya bikin cerita yang berbobot itu, yang penuh dengan pesan moral, yang enak dalam menyampaikannya, yang alurnya enak diikuti. Cerdas deh pokoknya.. saya hanya bisa mengulas, sementara dia (si penulis naskah) bisa memikirkan…</p>
<p>Hebat…</p>
<p>Mmm….</p>
<p>Kalo emang kita tergila-gila sama suatu pesan moral… tau gak pesen moral yang paling bagus n dalem…?</p>
<blockquote><p><strong><em>Pesan moral yang ada dalam hidup kita sendiri!</em></strong></p></blockquote>
<p>Coba deh ‘tonton’ setiap episode kehidupan kita, baik itu episode-episode singkat, ataupun episode yang panjang… baik kejadian yang baru saja kita alami hari ini, maupun kejadian yang gabungan selama beberapa tahun ini.</p>
<p>Try to open our heart&#8230; dan bacalah… bacalah segala kejadian tersebut dgn mata hati. Kita akan menemukan suatu pesan moral paling indah yang pernah ada. Kenapa paling indah? Karena pesan tersebut dirancang sedemikian special hanya untuk diri kita sendiri. Design for us, customize for us..</p>
<p>Bahkan kalau ada waktu, coba deh merenung sedikit lebih lama. Ingat lagi segala kejadian yang kita alami dari kecil, pilihan-pilihan hidup yang kita ambil, sampai dengan posisi kita di saat sekarang…</p>
<p>Ada sesuatu yang indah disana.. perhatikan deh, bahkan di moment yang dulu mungkin membuat kita kesal atau sedih, sesungguhnya ada pesan moral yang indah disana..</p>
<p>Jadi jika sekarang ada suatu kejadian yang menyedihkan, sabar saja, pertunjukan belum usai, akan ada yang ‘indah’ di balik kejadian itu semua.. just wait n see…</p>
<p>Karena dalam setiap tawa dan tangis kita, ada pesan dariNya…<br />
Dan di setiap pesanNya, ada kasih sayangNya…<br />
Dan di setiap kasih sayangNya, seharusnya kita ingin untuk semakin mendekatkan diri padaNya..</p>
<p>Mmm… indah deh pokoknya…</p>
<p>Saat akhirnya kita bisa membaca “pesan moral” dari jalan cerita hidup kita, believe me, kita kemudian akan kagum pada “yang membuat jalan cerita” tersebut…</p>
<p>Selamat menonton film masing-masing. .</p>
<p>Selamat melihat pesan moral yang ada..</p>
<p><em>Ditulis oleh : Ruli Amirullah</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://frandi.rumahfrandi.com/mutiara/kontempelasi/pesan-moral/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pemimpin atau Boss</title>
		<link>http://frandi.rumahfrandi.com/mutiara/kontempelasi/pemimpin-atau-boss/</link>
		<comments>http://frandi.rumahfrandi.com/mutiara/kontempelasi/pemimpin-atau-boss/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Dec 2008 06:55:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[kontempelasi]]></category>
		<category><![CDATA[bos]]></category>
		<category><![CDATA[Gordon Selfridge]]></category>
		<category><![CDATA[pemimpin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://frandi.rumahfrandi.com/mutiara/?p=149</guid>
		<description><![CDATA[Betapa orang sering gagal untuk menjadi pemimpin karena mereka tidak berlaku sebagai pemimpin melainkan berlaku sebagai Boss.
H. Gordon Selfridge adalah pendiri salah satu department store terbesar di dunia. Ia mencapai kesuksesan tersebut dengan menjadi seorang “Pemimpin” dan bukan menjadi “Boss”.
Apakah perbedaan antara Pemimpin dengan Boss?

Di bawah ini adalah perbandingan yang diberikan oleh Gordon Selfridge antara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Betapa orang sering gagal untuk menjadi pemimpin karena mereka tidak berlaku sebagai pemimpin melainkan berlaku sebagai Boss.</p>
<p>H. Gordon Selfridge adalah pendiri salah satu department store terbesar di dunia. Ia mencapai kesuksesan tersebut dengan menjadi seorang “Pemimpin” dan bukan menjadi “Boss”.</p>
<p>Apakah perbedaan antara Pemimpin dengan Boss?<br />
<span id="more-149"></span><br />
Di bawah ini adalah perbandingan yang diberikan oleh Gordon Selfridge antara orang yang bertype pemimpin dan orang yang bertype boss.</p>
<p>Seorang boss mempekerjakan bawahannya;<br />
Tetapi seorang pemimpin mengilhami mereka.</p>
<p>Seorang boss mengandalkan kekuasaannya;<br />
Tetapi seorang pemimpin mengandalkan kemauan baiknya.</p>
<p>Seorang boss menimbulkan ketakutan;<br />
Tetapi seorang pemimpin menimbulkan antusiasme.</p>
<p>Seorang boss mengatakan AKU;<br />
Tetapi seorang pemimpin mengatakan KITA.</p>
<p>Seorang boss menunjuk siapa yang bersalah;<br />
Tetapi seorang pemimpin menunjuk apa yang salah.</p>
<p>Seorang boss tahu bagaimana sesuatu dikerjakan;<br />
Tetapi seorang pemimpin menunjukkan bagaimana mengerjakannya.</p>
<p>Seorang boss menuntut rasa hormat;<br />
Tetapi seorang pemimpin membangkitkan rasa hormat.</p>
<p>Seorang boss berkata PERGI!;<br />
Tetapi seorang pemimpin berkata MARI KITA PERGI.</p>
<p>Maka jadilah anda seorang Pemimpin dan bukan seorang Boss.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://frandi.rumahfrandi.com/mutiara/kontempelasi/pemimpin-atau-boss/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kekuatan</title>
		<link>http://frandi.rumahfrandi.com/mutiara/kontempelasi/kekuatan/</link>
		<comments>http://frandi.rumahfrandi.com/mutiara/kontempelasi/kekuatan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Dec 2008 07:37:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[kontempelasi]]></category>
		<category><![CDATA[kekuatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://frandi.rumahfrandi.com/mutiara/?p=138</guid>
		<description><![CDATA[Ada kekuatan di dalam CINTA,
Orang yang sanggup memberikan cinta adalah orang yang kuat
Karena ia bisa mengalahkan keinginannya
Untuk mementingkan diri sendiri.
Ada kekuatan dalam TAWA KEGEMBIRAAN,
Orang tertawa gembira adalah orang yang kuat
Karena ia tidak pernah terlarut dengan tantangan dan cobaan.
Ada kekuatan di dalam KEDAMAIAN DIRI,
Orang yang dirinya penuh damai bahagia adalah orang yang kuat
Karena ia tidak pernah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada kekuatan di dalam CINTA,<br />
Orang yang sanggup memberikan cinta adalah orang yang kuat<br />
Karena ia bisa mengalahkan keinginannya<br />
Untuk mementingkan diri sendiri.</p>
<p>Ada kekuatan dalam TAWA KEGEMBIRAAN,<br />
Orang tertawa gembira adalah orang yang kuat<br />
Karena ia tidak pernah terlarut dengan tantangan dan cobaan.</p>
<p>Ada kekuatan di dalam KEDAMAIAN DIRI,<br />
Orang yang dirinya penuh damai bahagia adalah orang yang kuat<br />
Karena ia tidak pernah tergoyahkan<br />
Dan tidak mudah diombang-ambingkan.<br />
<span id="more-138"></span><br />
Ada kekuatan di dalam KESABARAN,<br />
Orang yang sabar adalah orang yang kuat<br />
Karena ia sanggup menanggung segala sesuatu<br />
Dan ia tidak pernah merasa disakiti.  </p>
<p>Ada kekuatan di dalam KEMURAHAN,<br />
Orang yang murah hati adalah orang yang kuat<br />
Karena ia tidak pernah menahan mulut dan tangannya<br />
Untuk melakukan yang baik bagi sesamanya.</p>
<p>Ada kekuatan di dalam KEBAIKAN,<br />
Orang yang baik adalah orang yang kuat<br />
Karena ia bisa selalu mampu melakukan yang baik bagi semua orang.</p>
<p>Ada kekuatan di dalam KESETIAAN,<br />
Orang yang setia adalah orang yang kuat<br />
Karena ia bisa mengalahkan nafsu dan keinginan pribadi<br />
Dengan kesetiaannya kepada sesama.</p>
<p>Ada kekuatan di dalam KELEMAHLEMBUTAN,<br />
Orang yang lemah lembut adalah orang yang kuat<br />
Karena ia bisa menahan diri untuk tidak membalas dendam.</p>
<p>Ada kekuatan di dalam PENGUASAAN DIRI,<br />
Orang yang bisa menguasai diri adalah orang yang kuat<br />
Karena ia bisa mengendalikan segala nafsu keduniawian.</p>
<p>Sadarkah teman bahwa engkau juga memiliki cukup Kekuatan<br />
untuk mengatasi segala permasalahan dalam hidup ini?<br />
Di manapun, seberat dan serumit apapun juga.<br />
Karena pencobaan tidak akan pernah dibiarkan melebihi kekuatan kita. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://frandi.rumahfrandi.com/mutiara/kontempelasi/kekuatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>I LOVE YOU</title>
		<link>http://frandi.rumahfrandi.com/mutiara/kontempelasi/i-love-you/</link>
		<comments>http://frandi.rumahfrandi.com/mutiara/kontempelasi/i-love-you/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Dec 2008 07:24:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[kontempelasi]]></category>
		<category><![CDATA[love]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://frandi.rumahfrandi.com/mutiara/?p=133</guid>
		<description><![CDATA[When U Were Only 5 Yrs Old
I Said I Love U&#8230;
U Asked Me: &#8220;What Is It?&#8221;
When U Were 15 Yrs Old
I Said I Love U&#8230;
U Blushed.. U Look Down And Smile.
When U Were 20 Yrs Old
I Said I Love U&#8230;
U Put Ur Head On My Shoulder And Hold My Hand&#8230;
Afraid That I Might Disappear&#8230;

When U [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>When U Were Only 5 Yrs Old<br />
I Said I Love U&#8230;<br />
U Asked Me: &#8220;What Is It?&#8221;</p>
<p>When U Were 15 Yrs Old<br />
I Said I Love U&#8230;<br />
U Blushed.. U Look Down And Smile.</p>
<p>When U Were 20 Yrs Old<br />
I Said I Love U&#8230;<br />
U Put Ur Head On My Shoulder And Hold My Hand&#8230;<br />
Afraid That I Might Disappear&#8230;<br />
<span id="more-133"></span><br />
When U Were 25 Yrs Old<br />
I Said I Love U&#8230;<br />
U Prepare Breakfast And Serve It In Front Of Me, And Kiss My Forhead and Said: &#8220;U Better Be Quick, It&#8217;s Gonna Be Late&#8230;&#8221;</p>
<p>When U Were 30 Yrs Old<br />
I Said I Love U&#8230;<br />
U Said: &#8220;If U Really Love Me, Please Come Back Early After Work…&#8221;</p>
<p>When U Were 40 Yrs Old<br />
I Said I Love U&#8230;<br />
U Were Cleaning The Dining Table And Said: &#8220;Ok Dear, But It&#8217;s Time For U To Help Our Child With His/Her Revision&#8230;&#8221;</p>
<p>When U Were 50 Yrs Old<br />
I Said I Love U…<br />
U Were Knitting And U Laugh At Me&#8230;</p>
<p>When U Were 60 Yrs Old<br />
I Said I Love U&#8230;<br />
U Smile At Me…</p>
<p>When U Were 70 Yrs Old<br />
I Said I Love U&#8230;<br />
We Sitting On The Rocking Chair With Our Glasses On.<br />
I&#8217;m Reading Your Love Letter That U Sent To Me 50 Yrs Ago.<br />
With Our Hand Crossing Together…</p>
<p>When U Were 80 Yrs Old<br />
U Said U Love Me!<br />
I Didn&#8217;t Say Anything But Cried&#8230;</p>
<p>That Day Must Be The Happiest Day Of My Life!<br />
Because U Said U Love Me!!!</p>
<p>Please Appreciate Your Loved Ones…<br />
Say &#8220;I Love You&#8221; To Them When U Have The Chance Now!!! </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://frandi.rumahfrandi.com/mutiara/kontempelasi/i-love-you/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rahasia si Untung Bebek</title>
		<link>http://frandi.rumahfrandi.com/mutiara/kontempelasi/rahasia-si-untung-bebek/</link>
		<comments>http://frandi.rumahfrandi.com/mutiara/kontempelasi/rahasia-si-untung-bebek/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Dec 2008 02:23:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[kontempelasi]]></category>
		<category><![CDATA[Gladstone]]></category>
		<category><![CDATA[Richard Wiseman]]></category>
		<category><![CDATA[untung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://frandi.rumahfrandi.com/mutiara/?p=121</guid>
		<description><![CDATA[Anda pasti kenal tokoh si Untung di komik Donal Bebek. Berlawanan dengan Donal yang selalu sial. Si Untung ini dikisahkan untung terus. Ada saja keberuntungan yang selalu menghampiri tokoh bebek yang di Amerika bernama asli Gladstone ini. Betapa enaknya hidup si Untung. Pemalas, tidak pernah bekerja, tapi selalu lebih untung dari Donal. Jika Untung dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Anda pasti kenal tokoh si Untung di komik Donal Bebek. Berlawanan dengan Donal yang selalu sial. Si Untung ini dikisahkan untung terus. Ada saja keberuntungan yang selalu menghampiri tokoh bebek yang di Amerika bernama asli Gladstone ini. Betapa enaknya hidup si Untung. Pemalas, tidak pernah bekerja, tapi selalu lebih untung dari Donal. Jika Untung dan Donal berjalan bersama, yang tiba-tiba menemukan sekeping uang dijalan, pastilah itu si Untung. Jika Anda juga ingin selalu beruntung seperti si Untung, dont worry, ternyata beruntung itu ada ilmunya.</p>
<p>Professor Richard Wiseman dari University of Hertfordshire Inggris, mencoba meneliti hal-hal yang membedakan orang2 beruntung dengan yang sial. Wiseman merekrut sekelompok orang yang merasa hidupnya selalu untung, dan sekelompok lain yang hidupnya selalu sial. Memang kesannya seperti main-main, bagaimana mungkin keberuntungan bisa diteliti. Namun ternyata memang orang yang beruntung bertindak berbeda dengan mereka yang sial.<br />
<span id="more-121"></span><br />
Misalnya, dalam salah satu penelitian the Luck Project ini, Wiseman memberikan tugas untuk menghitung berapa jumlah foto dalam koran yang dibagikan kepada dua kelompok tadi. Orang2 dari kelompok sial memerlukan waktu rata-rata 2 menit untuk menyelesaikan tugas ini. Sementara mereka dari kelompok si Untung hanya perlu beberapa detik saja! Lho kok bisa? Ya, karena sebelumnya pada halaman ke dua Wiseman telah meletakkan tulisan yang tidak kecil berbunyi berhenti menghitung sekarang! ada 43 gambar di koran ini . Kelompok sial melewatkan tulisan ini ketika asyik menghitung gambar. Bahkan, lebih iseng lagi, di tengah2 koran, Wiseman menaruh pesan lain yang bunyinya: berhenti menghitung sekarang dan bilang ke peneliti Anda menemukan ini, dan menangkan $250! Lagi-lagi kelompok sial melewatkan pesan tadi! Memang benar2 sial.</p>
<p>Singkatnya, dari penelitian yang diklaimnya scientific ini, Wiseman menemukan 4 faktor yang membedakan mereka yang beruntung dari yang sial:</p>
<p><strong>1. Sikap terhadap peluang.</strong></p>
<p>Orang beruntung ternyata memang lebih terbuka terhadap peluang. Mereka lebih peka terhadap adanya peluang, pandai menciptakan peluang, dan bertindak ketika peluang datang. Bagaimana hal ini dimungkinkan?</p>
<p>Ternyata orang-orang yg beruntung memiliki sikap yang lebih rileks dan terbuka terhadap pengalaman-pengalam an baru. Mereka lebih terbuka terhadap interaksi dengan orang-orang yang baru dikenal, dan menciptakan jaringan-jaringan sosial baru. Orang yang sial lebih tegang sehingga tertutup terhadap kemungkinan- kemungkinan baru.</p>
<p>Sebagai contoh, ketika Barnett Helzberg seorang pemilik toko permata di New York hendak menjual toko permata nya, tanpa disengaja sewaktu berjalan di depan Plaza Hotel, dia mendengar seorang wanita memanggil pria di sebelahnya: Mr. Buffet! Hanya kejadian sekilas yang mungkin akan dilewatkan kebanyakan orang yang kurang beruntung. Tapi Helzber berpikir lain. Ia berpikir jika pria di sebelahnya ternyata adalah Warren Buffet, salah seorang investor terbesar di Amerika, maka dia berpeluang menawarkan jaringan toko permata nya. Maka Helzberg segera menyapa pria di sebelahnya, dan betul ternyata dia adalah Warren Buffet. Perkenalan pun terjadi dan Helzberg yang sebelumnya sama sekali tidak mengenal Warren Buffet, berhasil menawarkan bisnisnya secara langsung kepada Buffet, face to face. Setahun kemudian Buffet setuju membeli jaringan toko permata milik Helzberg.</p>
<p>Betul-betul beruntung.</p>
<p><strong>2. Menggunakan intuisi dalam membuat keputusan.</strong></p>
<p>Orang yang beruntung ternyata lebih mengandalkan intuisi daripada logika. Keputusan-keputusan penting yang dilakukan oleh orang beruntung ternyata sebagian besar dilakukan atas dasar bisikan hati nurani (intuisi) daripada hasil otak-atik angka yang canggih. Angka- angka akan sangat membantu, tapi final decision umumnya dari <em>gut feeling</em> . Yang barangkali sulit bagi orang yang sial adalah, bisikan hati nurani tadi akan sulit kita dengar jika otak kita pusing dengan penalaran yang tak berkesudahan. Makanya orang beruntung umumnya memiliki metoda untuk mempertajam intuisi mereka, misalnya melalui meditasi yang teratur. Pada kondisi mental yang tenang, dan pikiran yang jernih, intuisi akan lebih mudah diakses. Dan makin sering digunakan, intuisi kita juga akan semakin tajam.</p>
<p>Banyak teman saya yang bertanya, mendengarkan intuisi itu bagaimana? Apakah tiba2 ada suara yang terdengar menyuruh kita melakukan sesuatu?</p>
<p>Wah, kalau pengalaman saya tidak seperti itu. Malah kalau tiba2 mendengar suara yg tidak ketahuan sumbernya, bisa2 saya jatuh pingsan. Karena ini subtektif, mungkin saja ada orang yang beneran denger suara. Tapi kalau pengalaman saya, sesungguhnya intuisi itu sering muncul dalam berbagai bentuk, misalnya:</p>
<p>- Isyarat dari badan.<br />
Anda pasti sering mengalami. Gue kok tiba2 deg-deg an ya, mau dapet rejeki kali , semacam itu. Badan kita sesungguhnya sering memberi isyarat2 tertentu yang harus Anda maknakan. Misalnya Anda kok tiba2 meriang kalau mau dapet deal gede, ya diwaspadai saja kalau tiba2 meriang lagi.</p>
<p>- Isyarat dari perasaan.<br />
Tiba-tiba saja Anda merasakan sesuatu yang lain ketika sedang melihat atau melakukan sesuatu. Ini yang pernah saya alami. Contohnya, waktu saya masih kuliah, saya suka merasa tiba-tiba excited setiap kali melintasi kantor perusahaan tertentu. Beberapa tahun kemudian saya ternyata bekerja di kantor tersebut. Ini masih terjadi untuk beberapa hal lain.</p>
<p>- Isyarat dari luar.<br />
<em>Follow the omen</em> demikian kalau kata Paulo Coelho di buku the Alchemist. Baca isyarat2 dari luar yang datang pada Anda. Saya juga beberapa kali mengalami. Misalnya pernah saja tiba2 di TV saya kok merasa sering melihat iklan suatu perusahaan tertentu, kemudian ketemu teman kok membicarakan perusahaan itu lagi, di jalan melihat iklan perusahaan tadi. Belakangan perusahaan tadi ternyata menjadi klien saya. Jadi kalau akhir2 ini Anda sering berpapasan dengan Mercedez S Class dua pintu, barangkali itu suatu pertanda.</p>
<p><strong>3. Selalu berharap kebaikan akan datang.</strong></p>
<p>Orang yang beruntung ternyata selalu ge-er terhadap kehidupan. Selalu berprasangka baik bahwa kebaikan akan datang kepadanya. Dengan sikap mental yang demikian, mereka lebih tahan terhadap ujian yang menimpa mereka, dan akan lebih positif dalam berinteraksi dengan orang lain.</p>
<p>Coba saja Anda lakukan tes sendiri secara sederhana, tanya orang sukses yang Anda kenal, bagaimana prospek bisnis kedepan. Pasti mereka akan menceritakan optimisme dan harapan.</p>
<p><strong>4. Mengubah hal yang buruk menjadi baik.</strong></p>
<p>Orang-orang beruntung sangat pandai menghadapi situasi buruk dan merubahnya menjadi kebaikan. Bagi mereka setiap situasi selalu ada sisi baiknya. Dalam salah satu tes nya Prof Wiseman meminta peserta untuk membayangkan sedang pergi ke bank dan tiba-tiba bank tersebut diserbu kawanan perampok bersenjata. Dan peserta diminta mengutarakan reaksi mereka. Reaksi orang dari kelompok sial umunya adalah: wah sial bener ada di tengah2 perampokan begitu. Sementara reaksi orang beruntung, misalnya adalah: untung saya ada disana, saya bisa menuliskan pengalaman saya untuk media dan dapet duit . Apapun situasinya orang yg beruntung pokoknya untung terus. Mereka dengan cepat mampu beradaptasi dengan situasi buruk dan merubahnya menjadi keberuntungan.</p>
<p><strong>Sekolah Keberuntungan.</strong></p>
<p>Bagi mereka yang kurang beruntung, Prof Wiseman bahkan membuka <em>Luck School</em>. Saya yakin Anda semua sudah beruntung dan tidak perlu bersekolah di Luck School. Tapi ada baiknya mengintip sedikit, latihan2 apa yang diberikan di Luck School.</p>
<p>Salah satu yang menonjol dari orang sial adalah betapa mereka sering<br />
mengabaikan hal-hal yang positif di sekitar mereka. Misalnya salah satu pasien Prof Wiseman, adalah seorang wanita single parent, yang<br />
sangat sial. Ketika diminta menceritakan hidupnya akan segera nyerocos menceritakan setiap detil kesialannya. Betapa sulitnya memperoleh pasangan, sudah ketemu pria yang cocok tapi si pria jatuh dari motor, di lain kesempatan si pria jatuh dan patah hidungnya, sudah hampir menikah, gereja nya terbakar, dan sebagainya. Pokoknya benar2 sial. Padahal, dalam setiap interview, si wanita datang membawa 2 orang anak yang sangat lucu2 dan sehat. Sebagian besar dari kita akan merasa sangat beruntung memiliki 2 anak tadi. Tapi tidak bagi si wanita sial tadi. Karena 2 anak lucu tadi tidak ada dalam pikiran si wanita, yang otaknya sudah penuh dengan kesialan .</p>
<p>Latihan yang diberikan Wiseman untuk orang2 semacam itu adalah dengan membuat <em>Luck Diary</em> , buku harian keberuntungan. Setiap hari, wanita tadi harus mencatat hal-hal positif atau keberuntungan yang terjadi. Mereka dilarang keras menuliskan kesialan mereka. Awalnya mungkin sulit, tapi begitu mereka bisa menuliskan satu keberuntungan, besok-besoknya akan semakin mudah dan semakin banyak keberuntungan yg mereka tuliskan. Dan ketika mereka melihat beberapa hari kebelakang Lucky Diary mereka, semakin mereka akan sadari betapa mereka beruntung. Dan sesuai prinsip <em>law of attraction</em> , semakin mereka memikirkan betapa mereka beruntung, maka semakin banyak lagi <em>lucky events</em> yang datang pada hidup mereka.</p>
<p>Jadi, sesederhana itu rahasia si Untung. Ternyata semua orang juga bisa beruntung. Termasuk Anda. Siap mulai menjadi si Untung?</p>
<p><strong>First Open your Mind and Enjoy your life.</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://frandi.rumahfrandi.com/mutiara/kontempelasi/rahasia-si-untung-bebek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Renungan Cinta</title>
		<link>http://frandi.rumahfrandi.com/mutiara/kontempelasi/renungan-cinta/</link>
		<comments>http://frandi.rumahfrandi.com/mutiara/kontempelasi/renungan-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Dec 2008 06:29:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[kontempelasi]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[pernikahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://frandi.rumahfrandi.com/mutiara/?p=114</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Sebaik-baik  manusia adalah yang memberi manfaat kepada orang lain&#8221; (Al-Hadist)
Did I  Marry The Right Person?
Cerita di bawah ini sangat  bagus, bagi yang masih single maupun  yang sudah menikah. Bagi mereka yang masih single bisa mengambil pelajaran dari cerita ini, dan bagi yang sudah menikah cerita  ini bisa jadi guideline untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>&#8220;Sebaik-baik  manusia adalah yang memberi manfaat kepada orang lain&#8221; (Al-Hadist)</em></p>
<p><strong>Did I  Marry The Right Person?</strong></p>
<p>Cerita di bawah ini sangat  bagus, bagi yang masih single maupun  yang sudah menikah. Bagi mereka yang masih single bisa mengambil pelajaran dari cerita ini, dan bagi yang sudah menikah cerita  ini bisa jadi guideline untuk meningkatkan ikatan pernikahan yang udah dijalani.<br />
<span id="more-114"></span><br />
<em>&#8220;Apakah saya  menikah dengan orang yang tepat?&#8221;</em></p>
<p>Dalam sebuah seminar rumah tangga, seseorang audience tiba-tiba melontarkan pertanyaan yang sangat lumrah, &#8220;Bagaimana saya tahu kalo saya menikah dengan orang yang tepat?&#8221; Saya melihat ada seorang lelaki bertubuh besar duduk di sebelahnya jadi saya menjawab &#8220;Ya..  tergantung. Apakah pria disebelah anda itu suami anda?&#8221; Dengan sangat serius dia balik bertanya &#8220;Bagaimana anda tahu?!&#8221;</p>
<p>&#8220;Biarkan saya jawab pertanyaan yang sangat membebani ini.&#8221; Inilah jawabannya… SETIAP ikatan memiliki siklus.Pada saat-saat awal sebuah hubungan, anda merasakan jatuh cinta dengan pasangan anda. Telpon darinya selalu ditunggu-tunggu, begitu merindukan belaian sayangnya, dan begitu menyukai perubahan sikap-sikapnya yang bersemangat begitu menyenangkan.</p>
<p>Jatuh cinta kepada pasangan bukanlah hal yang sulit. Jatuh cinta merupakan hal yang sangat alami dan pengalaman yang begitu spontan. Nggak perlu berbuat apapun.. Makanya dikatakan &#8220;jatuh&#8221;   cinta…</p>
<p>Orang yang sedang kasmaran kadang mengatakan &#8220;aku mabuk cinta&#8221;.  Bayangkan ekspresi tersebut! Seakan-akan anda sedang berdiri tanpa melakukan apapun lalu tiba-tiba sesuatu datang dan  terjadi begitu saja pada anda. Jatuh cinta itu mudah. Sesuatu yang pasif dan spontan. Tapi…setelah beberapa tahun perkawinan, gempita cinta itu pun akan pudar. Perubahan ini merupakan siklus alamiah dan terjadi pada SEMUA ikatan. Perlahan tapi pasti.. telpon  darinya menjadi hal yang merepotkan, belaiannya nggak selalu diharapkan dan sikap-sikapnya yang besemangat bukannya jadi hal yang manis tapi malah nambahin penat yang ada.</p>
<p>Gejala-gejala pada tahapan ini bervariasi pada masing-masing individu. Namun bila anda memikirkan tentang rumah tangga anda, anda akan mendapati perbedaaan yang dramatis antara tahap awal ikatan, pada saat anda jatuh cinta, dengan kepenatan-kepenatan bahkan kemarahan pada tahapan-tahapan selanjutnya.</p>
<p>Dan pada situasi inilah pertanyaan &#8220;Did I marry the right  person?&#8221; mulai muncul, baik dari anda atau dari pasangan anda, atau dari keduanya.. Nah Lho! Dan ketika anda maupun pasangan anda mencoba merefleksikan eforia cinta yang pernah terjadi, anda mungkin mulai berhasrat menyelami eforia-eforia cinta itu dengan orang lain. Dan ketika pernikahan itu akhirnya kandas.</p>
<p>Masing-masing sibuk menyalahkan pasangannya atas ketidakbahagiaan itu dan mencari pelampiasan di luar. Berbagai macam cara, bentuk dan ukuran untuk pelampiasan ini, mengingkari kesetiaan merupakan hal yang paling jelas. Sebagian orang memilih untuk menyibukan diri dengan pekerjaannya, hobinya,  pertemanannya, nonton TV hingga merasa bosan, ataupun hal-hal yang menyolok lainnya.</p>
<p>Tapi tahu tidak?! Bahwa jawaban atas dilema ini tidak ada di luar, justru  jawaban ini hanya ada di dalam pernikahan itu sendiri. Mencari pelarian?? Silahkan. Anda bisa! Bisa saja ataupun boleh saja anda mencari pelarian. Mungkin pada saat itu anda akan merasa lebih baik. Tapi itu bersifat temporer, karena setelah beberapa tahun anda akan mengalami kondisi yang sama  (seperti sebelumnya pada perkawinan anda). Karena (pahamilah dengan seksama hal ini)<br />
KUNCI SUKSES PERNIKAHAN BUKANLAH MENEMUKAN ORANG YANG TEPAT, NAMUN KUNCINYA ADALAH BAGAIMANA BELAJAR MENCINTAI ORANG YANG ANDA TEMUKAN, DAN TERUS MENERUS..!</p>
<p>Cinta bukanlah hal yang PASIF ataupun pengalaman yang spontan.<br />
Cinta TIDAK AKAN PERNAH begitu saja terjadi. Kita tidak akan bisa MENEMUKAN cinta yang selamanya, tapi kita harus MENGUSAHAKANNYA dari hari ke hari.</p>
<p>Benar juga ungkapan &#8220;diperbudak cinta&#8221; Karena cinta itu BUTUH waktu, usaha, dan energi. Dan yang paling penting, cinta itu butuh sikap BIJAK. Kita harus tahu benar APA YANG HARUS DILAKUKAN agar rumah tangga berjalan dengan baik. Jangan membuat kesalahan untuk hal yang satu ini. Cinta bukanlah MISTERI.</p>
<p>Ada beberapa hal spesifik yang bisa dilakukan (dengan ataupun tanpa pasangan anda) agar rumah tangga berjalan lancar. Sama halnya dengan hukum alam pada ilmu físika (seperti gaya Gravitasi),  dalam suatu ikatan rumah tangga juga ada hukumnya. Sama halnya dengan diet yang tepat dan olahraga yang benar dapat membuat tubuh kita lebih kuat. Beberapa kebiasaan dalam hubungan rumah tangga juga DAPAT membuat rumah tangga itu lebih kuat. Ini merupakan reaksi sebab akibat. Jika kita tahu dan mau menerapkan hukum-hukum  tersebut, tentulah kita bisa &#8220;MEMBUAT&#8221; cinta bukan &#8220;JATUH&#8221;. Karena cinta dalam pernikahan sesungguhnya merupakan sebuah DECISION, dan bukan cuma PERASAAN &#8230;!</p>
<p><em>”Kita ada di dunia bukan untuk mencari seseorang yang sempurna untuk dicintai TETAPI untuk belajar mencintai orang yang tidak sempurna dengan cara yang sempurna “.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://frandi.rumahfrandi.com/mutiara/kontempelasi/renungan-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Filsafat Bolak Balik</title>
		<link>http://frandi.rumahfrandi.com/mutiara/kontempelasi/filsafat-bolak-balik/</link>
		<comments>http://frandi.rumahfrandi.com/mutiara/kontempelasi/filsafat-bolak-balik/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Dec 2008 09:16:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[kontempelasi]]></category>
		<category><![CDATA[bolak-balik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://frandi.rumahfrandi.com/mutiara/?p=112</guid>
		<description><![CDATA[Masih muda, korbankan kesehatan cari harta.
Sudah tua, korbankan harta cari kesehatan
Karena harta, orang asing menjadi seperti saudara
Karena harta, saudara menjadi seperti orang asing
Orang kaya mampu beli ranjang enak,
tapi gak bisa tidur enak (stress)
Orang miskin gak mampu beli ranjang enak,
tapi bisa tidur enak (capek jadi kuli)
Orang kaya punya duit buat foya-foya,
tapi gak punya waktu
Orang miskin punya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Masih muda, korbankan kesehatan cari harta.<br />
<em>Sudah tua, korbankan harta cari kesehatan</em></p>
<p>Karena harta, orang asing menjadi seperti saudara<br />
<em>Karena harta, saudara menjadi seperti orang asing</em></p>
<p>Orang kaya mampu beli ranjang enak,<br />
tapi gak bisa tidur enak (stress)<br />
<em>Orang miskin gak mampu beli ranjang enak,<br />
tapi bisa tidur enak (capek jadi kuli)</em></p>
<p>Orang kaya punya duit buat foya-foya,<br />
tapi gak punya waktu<br />
<em>Orang miskin punya waktu buat foya-foya,<br />
tapi gak punya duit</em></p>
<p>Masih muda pengen jadi kaya biar nikmatin kekayaan<br />
<em>Udah kaya gak punya waktu buat nikmatin kekayaan</em></p>
<p>Sekali punya waktu buat nikmatin kekayaan<br />
udah keburu tua gak ada tenaga </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://frandi.rumahfrandi.com/mutiara/kontempelasi/filsafat-bolak-balik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>&#8216;Bodoh&#8217; vs &#8216;Pintar&#8217; ala Bob Sadino</title>
		<link>http://frandi.rumahfrandi.com/mutiara/kontempelasi/bodoh-vs-pintar-ala-bob-sadino/</link>
		<comments>http://frandi.rumahfrandi.com/mutiara/kontempelasi/bodoh-vs-pintar-ala-bob-sadino/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Dec 2008 08:52:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[kontempelasi]]></category>
		<category><![CDATA[bob sadino]]></category>
		<category><![CDATA[bodoh]]></category>
		<category><![CDATA[pintar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://frandi.rumahfrandi.com/mutiara/?p=107</guid>
		<description><![CDATA[Setiap orang punya perjalanan hidup yang berbeda-beda dan menerjemahkan perjalanan hidupnya pun tak akan sama kedalam petuah-petuah kata yang bermakna.
Demikian pula dengan sosok Bob Sadino yang ber-azzam untuk tidak membawa ilmu yang dimilikinya keliang kubur sebelum di ajarkan kepada anak bangsa ini.
Berikut tulisan-tulisan Beliau, semoga bermanfaat.
1. Terlalu Banyak Ide &#8211; Orang &#8220;pintar&#8221; biasanya banyak ide, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setiap orang punya perjalanan hidup yang berbeda-beda dan menerjemahkan perjalanan hidupnya pun tak akan sama kedalam petuah-petuah kata yang bermakna.</p>
<p>Demikian pula dengan sosok Bob Sadino yang ber-azzam untuk tidak membawa ilmu yang dimilikinya keliang kubur sebelum di ajarkan kepada anak bangsa ini.</p>
<p>Berikut tulisan-tulisan Beliau, semoga bermanfaat.</p>
<p><strong>1. Terlalu Banyak Ide</strong> &#8211; Orang &#8220;pintar&#8221; biasanya banyak ide, bahkan mungkin telalu banyak ide, sehingga tidak satupun yang menjadi kenyataan. Sedangkan orang &#8220;bodoh&#8221; mungkin hanya punya satu ide dan satu itulah yang menjadi pilihan usahanya<br />
<span id="more-107"></span><br />
<strong>2. Miskin Keberanian untuk memulai</strong> &#8211; Orang &#8220;bodoh&#8221; biasanya lebih berani dibanding orang &#8220;pintar&#8221;, kenapa ? Karena orang &#8220;bodoh&#8221; sering tidak berpikir panjang atau banyak pertimbangan. Dia nothing to lose. Sebaliknya, orang &#8220;pintar&#8221; telalu banyak pertimbangan.</p>
<p><strong>3. Telalu Pandai Menganalisis</strong> &#8211; Sebagian besar orang &#8220;pintar&#8221; sangat pintar menganalisis. Setiap satu ide bisnis, dianalisis dengan sangat lengkap, mulai dari modal, untung rugi sampai break event point. Orang &#8220;bodoh&#8221; tidak pandai menganalisis, sehingga lebih cepat memulai usaha.</p>
<p><strong>4. Ingin Cepat Sukses</strong> &#8211; Orang &#8220;Pintar&#8221; merasa mampu melakukan berbagai hal dengan kepintarannya termasuk mendapatkahn hasil dengan cepat. Sebaliknya, orang &#8220;bodoh&#8221; merasa dia harus melalui jalan panjang dan berliku sebelum mendapatkan hasil.</p>
<p><strong>5. Tidak Berani Mimpi Besar</strong> &#8211; Orang &#8220;Pintar&#8221; berlogika sehingga bermimpi sesuatu yang secara logika bisa di capai. Orang &#8220;bodoh&#8221; tidak perduli dengan logika, yang penting dia bermimpi sesuatu, sangat besar, bahkan sesuatu yang tidak mungkin dicapai menurut orang lain.</p>
<p><strong>6. Bisnis Butuh Pendidikan Tinggi</strong> &#8211; Orang &#8220;Pintar&#8221; menganggap, untuk berbisnis perlu tingkat pendidikan tertentu. Orang &#8220;Bodoh&#8221; berpikir, dia pun bisa berbisnis.</p>
<p><strong>7. Berpikir Negatif Sebelum Memulai</strong> &#8211; Orang &#8220;Pintar&#8221; yang hebat dalam analisis, sangat mungkin berpikir negatif tentang sebuah bisnis, karena informasi yang berhasil dikumpulkannya sangat banyak. Sedangkan orang &#8220;bodoh&#8221; tidak sempat berpikir negatif karena harus segera berbisnis.</p>
<p><strong>8. Maunya Dikerjakan Sendiri</strong> &#8211; Orang &#8220;Pintar&#8221; berpikir &#8220;aku pasti bisa mengerjakan semuanya&#8221;, sedangkan orang &#8220;bodoh&#8221; menganggap dirinya punya banyak keterbatasan, sehingga harus dibantu orang lain.</p>
<p><strong>9. Miskin Pengetahuan Pemasaran dan Penjualan</strong> &#8211; Orang &#8220;Pintar&#8221; menganggap sudah mengetahui banyak hal, tapi seringkali melupakan penjualan. Orang &#8220;bodoh&#8221; berpikir simple, &#8220;yang penting produknya terjual&#8221;.</p>
<p><strong>10. Tidak Fokus</strong> &#8211; Orang &#8220;Pintar&#8221; sering menganggap remeh kata Fokus. Buat dia, melakukan banyak hal lebih mengasyikkan. Sementara orang &#8220;bodoh&#8221; tidak punya kegiatan lain kecuali fokus pada bisnisnya.</p>
<p><strong>11. Tidak Peduli Konsumen</strong> &#8211; Orang &#8220;Pintar&#8221; sering terlalu pede dengan kehebatannya. Dia merasa semuanya sudah Oke berkat kepintarannya sehingga mengabaikan suara konsumen. Orang &#8220;bodoh&#8221; ?. Dia tahu konsumen seringkali lebih pintar darinya.</p>
<p><strong>12. Abaikan Kualitas</strong> -Orang &#8220;bodoh&#8221; kadang-kadang saja mengabaikan kualitas karena memang tidak tahu, maka tinggal diberi tahu bahwa mengabaikan kualitas keliru. Sednagnkan orang &#8220;pintar&#8221; sering mengabaikan kualitas, karena sok tahu.</p>
<p><strong>13. Tidak Tuntas</strong> &#8211; Orang &#8220;Pintar&#8221; dengan mudah beralih dari satu bisnis ke bisnis yang lain karena punya banyak kemampuan dan peluang. Orang &#8220;bodoh&#8221; mau tidak mau harus menuntaskan satu bisnisnya saja.</p>
<p><strong>14. Tidak Tahu Pioritas</strong> &#8211; Orang &#8220;Pintar&#8221; sering sok tahu dengan mengerjakan dan memutuskan banyak hal dalam waktu sekaligus, sehingga prioritas terabaikan. Orang &#8220;Bodoh&#8221; ? Yang paling mengancam bisnisnyalah yang akan dijadikan pioritas</p>
<p><strong>15. Kurang Kerja Keras dan Kerja Cerdas</strong> &#8211; Banyak orang &#8220;Bodoh&#8221; yang hanya mengandalkan semangat dan kerja keras plus sedikit kerja cerdas, menjadikannya sukses dalam berbisnis. Dilain sisi kebanyakan orang &#8220;Pintar&#8221; malas untuk berkerja keras dan sok cerdas,</p>
<p><strong>16. Menacampuradukan Keuangan</strong> &#8211; Seorang &#8220;pintar&#8221; sekalipu tetap berperilaku bodoh dengan dengan mencampuradukan keuangan pribadi dan perusahaan.</p>
<p><strong>17. Mudah Menyerah</strong> &#8211; Orang &#8220;Pintar&#8221; merasa gengsi ketika gagal di satu bidang sehingga langsung beralih ke bidang lain, ketika menghadapi hambatan. Orang &#8220;Bodoh&#8221; seringkali tidak punya pilihan kecuali mengalahkan hambatan tersebut.</p>
<p><strong>18. Melupakan Tuhan</strong> &#8211; Kebanyakan orang merasa sukses itu adalah hasil jarih payah diri sendiri, tanpa campur tangan &#8220;TUHAN&#8221;. Mengingat TUHAN adalah sebagai ibadah vertikal dan menolong sesama sebagai ibadah horizontal.</p>
<p><strong>19. Melupakan Keluarga</strong> &#8211; Jadikanlah keluarga sebagai motivator dan supporter pada saat baru memulai menjalankan bisnis maupun ketika bisnis semakin meguras waktu dan tenaga</p>
<p><strong>20. Berperilaku Buruk</strong> &#8211; Setelah menjadi pengusaha sukses, maka seseorang akan menganggap dirinya sebagai seorang yang mandiri. Dia tidak lagi membutuhkan orang lain, karena sudah mampu berdiri diats kakinya sendiri.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://frandi.rumahfrandi.com/mutiara/kontempelasi/bodoh-vs-pintar-ala-bob-sadino/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sukses Mana?</title>
		<link>http://frandi.rumahfrandi.com/mutiara/kontempelasi/sukses-mana/</link>
		<comments>http://frandi.rumahfrandi.com/mutiara/kontempelasi/sukses-mana/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Nov 2008 06:36:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[kontempelasi]]></category>
		<category><![CDATA[sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://frandi.rumahfrandi.com/mutiara/?p=89</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Rudy Habibie dan Rudy Chaerudin, Sukses Mana?&#8221;
Saya ingat waktu di SMA dulu, kami (murid) harus menjalani test IQ untuk penjurusan. Sekolah saya menetapkan bahwa murid2 dengan IQ tinggi bisa masuk ke jurusan IPA/Science. Murid dengan IQ sedang hanya bisa masuk jurusan Sosial dan yang paling rendah IQnya hanya diijinkan untuk masuk ke jurusan Bahasa.
Aturan di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Rudy Habibie dan Rudy Chaerudin, Sukses Mana?&#8221;</p>
<p>Saya ingat waktu di SMA dulu, kami (murid) harus menjalani test IQ untuk penjurusan. Sekolah saya menetapkan bahwa murid2 dengan IQ tinggi bisa masuk ke jurusan IPA/Science. Murid dengan IQ sedang hanya bisa masuk jurusan Sosial dan yang paling rendah IQnya hanya diijinkan untuk masuk ke jurusan Bahasa.</p>
<p>Aturan di sekolah saya ternyata berlawanan dengan aturan dari SMA swasta terkenal di Yogyakarta yang mengarahkan anak-anak yang ber IQ paling tinggi justru ke jurusan Bahasa.<br />
 <span id="more-89"></span><br />
Sewaktu saya diskusi dengan Romo Mangun Wijaya (Alm) tentang kurikulum sekolah, Beliau mengatakan bahwa pen didikan di<br />
Indonesia masih mewarisi &#8220;budaya&#8221; kolonial Belanda.</p>
<p>Menurut beliau, seharusnya anak-anak yang kecerdasannya tinggi seharusnya diarahkan untuk masuk jurusan Sosial supaya di masa mendatang akan lahir ekonom, hakim, jaksa, pengacara, polisi, diplomat, duta besar, politisi dsb yang hebat2. Tetapi rupanya hal itu tidak dikehendaki oleh penguasa (Belanda). Belanda menginginkan anak-anak yang cerdas tidak memikirkan masalah2 sosial politik. Mereka cukup diarahkan untuk menjadi tenaga ahli/scientist, arsitektur, ahli computer, ahli matematika, dokter, dsb yang asyik dengan science di laboratorium (pokoknya yang nggak membahayakan posisi penguasa). Saya nggak tahu persis yang benar Romo Mangun Wijaya atau pemerintah Belanda. Hanya saja waktu itu saya yang kuliah ambil jurusan Kurikulum jadi patah semangat karena kayaknya kurikulum di Indonesia ini hampir tidak ada<br />
hubungannya dengan kehidupan yang akan dijalani orang setelah keluar dari sekolah.</p>
<p>Kita bisa lihat, Insinyur yang menjadi politisi bahkan memimpin parlemen,kemudian dokter (umum) bisa menjadi kepala Dinas P &#038; K atau tenaga marketing, sarjana theologia yang jadi pengusaha, dsb.<br />
Sampai saat ini,masih banyak orang tua dan masyarakat yang beranggapan bahwa anak yang hebat adalah anak yang nilai matematika dan science-nya menonjol.</p>
<p>Paradigma berpikir orang tua/masyarakat ini sangat mempengaruhi konsep anak tentang kesuksesan. Bulan Juni 2003 yang lalu, lembaga tempat saya bekerja mengadakan seminar anak-anak.</p>
<p>Di depan 800-an anak, Kak Seto Mulyadi (Si Komo) menunjukkan 5 Rudy.<br />
- Yang Ke-1 : Rudy Habibie (BJ Habibie) yang genius, pintar bikin pesawat dan bisa menjadi presiden.<br />
- Yang Ke-2 : Rudy Hartono yang pernah beberapa menjadi juara bulu tangkis kelas dunia.<br />
- Yang Ke-3 : Rudy Salam yang suka main sinetron di TV<br />
- Yang Ke-4 : Rudy Hadisuwarno yang ahli di bid. kecantikan dan punya byk salon kecantikan di bbrp kota .<br />
- Yang Ke-5 : Rudy Choirudin yang jago masak dan sering tampil memandu acara memasak di TV.</p>
<p>Sewaktu Kak Seto bertanya &#8220;Rudy yang mana yang paling sukses menurut kalian?&#8221; Hampir semua anak menjawab &#8220;Rudy Habibie&#8221; Sewaktu ditanyakan &#8220;Mengapa, kalian bilang bahwa yang paling sukses Rudy Habibie?&#8221;</p>
<p>Anak-anakpun menjawab &#8220;Karena bisa membuat pesawat terbang, bisa menjadi presiden, dsb&#8221; Sewaktu Kak Seto menanyakan &#8220;Rudy yang mana yang paling tidak sukses?&#8221; Hampir seluruh anak menjawab &#8220;Rudy Choirudin&#8221;. Ketika ditanyakan &#8220;Mengapa kalian mengatakan bahwa Rudy Choirudin bukan orang yang sukses?&#8221;</p>
<p>Anak-anakpun menjawab &#8220;Karena Rudy Choirudin hanya bisa memasak&#8221;</p>
<p>Memang begitulah pola pikir dan pola asuh dalam keluarga dan masyarakat Indonesia pada umumnya yang masih menilai kesuksesan<br />
orang dari karya-karya besar yang dihasilkannya. Masyarakat kita banyak yang belum bisa melihat kesuksesan adalah pengembangan talenta secara optimal sehingga bisa dimanfaatkan dalam kehidupan yang dijalaninya dengan &#8220;enjoy&#8221;.</p>
<p>Banyak masyarakat kita yang beranggapan bahwa IQ adalah segala-galanya. Padahal kenyataannya EQ, SQ dan faktor2 lain juga sangat<br />
menentukan. Dalam seminar tsb Kak Seto hanya ingin merubah paragidma berpikir anak-anak (dan juga orang tua/keluarga) . Anak-anak dan orang tua harus menyadari dan mensyukuri setiap talenta yang diberikan oleh Tuhan.</p>
<p>Bila talenta tersebut dikembangkan dengan baik, maka kita bisa mencapai kesuksesan di &#8220;bidangnya&#8221;. Jadi untuk anak-anak yang<br />
tidak pintar matematika, anak2 tidak perlu minder dan orang tua tidak perlu malu atau menekan anak. Anak-anak yang lebih menyukai pelajaran menggambar dari pada pelajaran2 lain, bukanlah anak-anak yang bodoh karena justru anak2 yang punya imajinasi tinggilah yang pintar menggambar/ melukis. Anak-anak yang suka ngobrol, kalau kita arahkan bisa saja kelak menjadi politisi atau negotiator yang baik.</p>
<p>Anak-anak yang banyak bicara, kalau diarahkan untuk menuliskan apa yang ingin dibicarakan bisa2 menjadi penulis yang hebat. Mbak<br />
Dwi Setyani juga mengingatkan kita untuk lebih memfokuskan pada kekuatan kita dari pada &#8220;wasting time&#8221; bersungut-sungut, hanya memikirkan kelemahan kita.</p>
<p>Saya pernah membaca pengalaman hidup seorang penyanyi di Amerika. Penyanyi tsb dulunya tidak PD karena wajahnya tidak terlalu<br />
cantik dan giginya tonggos. Saat menyanyi di pub, dia repot mengatur bibirnya supaya giginya yang tonggos tidak dilihat orang. Hasilnya: ia hanya bisa menghasilkan suara yang pas-pasan. Ketika temannya meyakinkan bahwa giginya yang tonggos itu bukanlah masalah, maka iapun bisa menyanyi dengan bebas dan meng-eksplore suara emasnya. Ternyata orang-orang mengingat penyanyi itu karena kualitas suaranya, bukan parasnya yang jelek dengan gigi tonggosnya.</p>
<p>Kitapun meyakini bahwa Tuhan menciptakan setiap kita (manusia) dengan maksud yang terbaik demi kemuliaan-Nya. Kalau saja kita<br />
meyakini hal tersebut, maka semua orang akan mensyukuri keadaan dan memanfaatkan talenta yang Tuhan berikan untuk kemuliaan-Nya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://frandi.rumahfrandi.com/mutiara/kontempelasi/sukses-mana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Why We Love A Woman</title>
		<link>http://frandi.rumahfrandi.com/mutiara/kontempelasi/why-we-love-a-woman/</link>
		<comments>http://frandi.rumahfrandi.com/mutiara/kontempelasi/why-we-love-a-woman/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Nov 2008 05:08:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[kontempelasi]]></category>
		<category><![CDATA[love]]></category>
		<category><![CDATA[woman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://frandi.rumahfrandi.com/mutiara/?p=74</guid>
		<description><![CDATA[This is why we love a woman.
Because&#8230;

So,&#8230;
RESPECT HER&#8230;
PROTECT HER&#8230;
LOVE HER&#8230;
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>This is why we love a woman.<br />
Because&#8230;<br />
<span id="more-74"></span></p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 563px"><img title="You can feel her care in form of a sister" src="http://i44.photobucket.com/albums/f5/rumahfrandi/mutiara/sister.jpg" alt="You can feel her care in form of a sister" width="553" height="404" /><p class="wp-caption-text">You can feel her care in form of a sister</p></div>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 559px"><img title="You can feel her warmth in form of a friend" src="http://i44.photobucket.com/albums/f5/rumahfrandi/mutiara/friend.jpg" alt="You can feel her warmth in form of a friend" width="549" height="399" /><p class="wp-caption-text">You can feel her warmth in form of a friend</p></div>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 558px"><img title="You can feel her passion in form of a beloved" src="http://i44.photobucket.com/albums/f5/rumahfrandi/mutiara/beloved.jpg" alt="You can feel her passion in form of a beloved" width="548" height="401" /><p class="wp-caption-text">You can feel her passion in form of a beloved</p></div>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 560px"><img title="You can feel her dedication in form of a wife" src="http://i44.photobucket.com/albums/f5/rumahfrandi/mutiara/wife.jpg" alt="You can feel her dedication in form of a wife" width="550" height="402" /><p class="wp-caption-text">You can feel her dedication in form of a wife</p></div>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 559px"><img title="You can feel her divinity in form of a mother" src="http://i44.photobucket.com/albums/f5/rumahfrandi/mutiara/mother.jpg" alt="You can feel her divinity in form of a mother" width="549" height="398" /><p class="wp-caption-text">You can feel her divinity in form of a mother</p></div>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 564px"><img title="You can feel her blessings in form of a grandmother" src="http://i44.photobucket.com/albums/f5/rumahfrandi/mutiara/grandmother.jpg" alt="You can feel her blessings in form of a grandmother" width="554" height="402" /><p class="wp-caption-text">You can feel her blessings in form of a grandmother</p></div>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 560px"><img title="Yet she is so tough too" src="http://i44.photobucket.com/albums/f5/rumahfrandi/mutiara/tough.jpg" alt="Yet she is so tough too" width="550" height="402" /><p class="wp-caption-text">Yet she is so tough too</p></div>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 560px"><img title="Her heart is so tender" src="http://i44.photobucket.com/albums/f5/rumahfrandi/mutiara/tender.jpg" alt="Her heart is so tender" width="550" height="400" /><p class="wp-caption-text">Her heart is so tender</p></div>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 560px"><img title="So naughty" src="http://i44.photobucket.com/albums/f5/rumahfrandi/mutiara/naughty.jpg" alt="So naughty" width="550" height="402" /><p class="wp-caption-text">So naughty</p></div>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 559px"><img title="So charming" src="http://i44.photobucket.com/albums/f5/rumahfrandi/mutiara/charming.jpg" alt="So charming" width="549" height="403" /><p class="wp-caption-text">So charming</p></div>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 560px"><img title="So sharing" src="http://i44.photobucket.com/albums/f5/rumahfrandi/mutiara/sharing.jpg" alt="So sharing" width="550" height="400" /><p class="wp-caption-text">So sharing</p></div>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 560px"><img title="So melodious" src="http://i44.photobucket.com/albums/f5/rumahfrandi/mutiara/melodious.jpg" alt="So melodious" width="550" height="400" /><p class="wp-caption-text">So melodious</p></div>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 561px"><img title="She is a woman" src="http://i44.photobucket.com/albums/f5/rumahfrandi/mutiara/woman.jpg" alt="She is a woman" width="551" height="401" /><p class="wp-caption-text">She is a woman</p></div>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 561px"><img title="She is life" src="http://i44.photobucket.com/albums/f5/rumahfrandi/mutiara/life.jpg" alt="She is life" width="551" height="401" /><p class="wp-caption-text">She is life</p></div>
<p><strong>So,&#8230;<br />
RESPECT HER&#8230;<br />
PROTECT HER&#8230;<br />
LOVE HER&#8230;</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://frandi.rumahfrandi.com/mutiara/kontempelasi/why-we-love-a-woman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
