Setahun di Bali (2)
Rekruitmen
Berawal dari hasil chat dengan teman2, kucoba memberanikan diri mengisi form aplikasi online perusahaan ini. Padahal saat itu belum juga yudisium, apalagi wisuda. Sidang TA juga baru kemarinnya. Seharusnya masih ada waktu buatku refreshing, bersenang2, bersantai sejenak, setelah berbulan2 berjibaku dengan rumus HyperElliptic Cryptosystem.
Tapi kok ya rasanya masih ada yang belum pas saja di hati kalo tidak segera mulai ngelamar2. Maunya sih langsung ngelamar anak gadis orang. Tapi dari segi prioritas juga masih belum tepat, karena seharusnya ngelamar kerja dulu, baru ngelamar yang itu. Selain tentu saja karena anak gadis yang dituju memang belum ada.
Alhasil, beberapa waktu setelahnya, ketika sudah disibukkan dengan tetek bengek persyaratan yudisium, aku ditelepon untuk mengikuti tes tulis. Waktunya barengan dengan Bursa Karir ITS (yang XV kalo ga salah). Tak dapat kulukiskan betapa gembiranya hatiku saat itu. Secara ini adalah panggilan pertama untuk tes tulis yang pertama buatku (kalo perusahaannya sih bukan yang pertama kukirim lamaran, tapi ntah kenapa sebelum2nya blom pernah dipanggil…hiks…).
Tes tulis yang pertama lancar. Materinya sharp to the point, logic dan sedikit tentang pengetahuan programming. Ini yang kusuka, tak perlu bertele2 dengan tes macem2 yang justru tak berhubungan langsung dengan kerjanya kelak. Pengumumannya ntar malem. Yang lolos akan ikut tes interview besoknya. Sekali lagi hatiku dag dig dug, h2c.
Makan terasa hambar, tidurpun tak nyenyak. Kupelototin terus hape M55 yang penuh dengan isolasi itu. Meskipun benernya akan berbunyi kalo ada panggilan, tapi aku takut kalo tiba2 dianya pas ngambek, gak mau berbunyi, hilanglah kesempatanku buat interview. Kemana2 selalu kubawa hape kalajengking itu, ke warung beli makan, ke wc, tapi tetep saja tak bisa membuat perasaanku tenang.
Akhirnya, malam itu… tepat jam 9…. lebih dikit sih… uhmm, benernya agak banyak juga lebihnya… hapeku berdering. Tak perlu menunggu sampai 3 kali, sreeet…langsung saja kusambar. Saking bersemangatnya, sampai2 selama sepersekian detik aku lupa tombol mana yang harus dipencet untuk menjawab panggilan. Untunglah kejadian itu tak berlangsung lama. Setelah kutarik napas pelan2, kuhembuskan pelan2, bismillihirrahmanirrahim… dengan suara cool khas frandi kumulai berbicara, “Halo..”. Selanjutnya terus terang aku lupa apa saja yang dibicarakan, soalnya di otakku sudah diset semacam query yang hanya akan menangkap keyword tertentu saja, seperti “selamat”, “lolos”, “interview”, dan semacamnya.
Besoknya interview, alhamdulillah juga lancar. Beberapa materi mengacu pada jawabanku pada saat tes tulis kemarin. Pas banget masalah yang banyak diangkat adalah tentang database dan ERD. Wah, makanan sehari2 nih. FYI, cakep-cakep gini (hehe..) aku pernah jadi asisten database di 3 institusi berbeda loh
. Alhasil sehabis interview aku langsung disodori form penawaran kerja. Ho? Sempet kaget juga pertamanya. Artinya aku diterima nih? Iya, kalo nantinya lulus tes bahasa Inggris dan tes kesehatan. Meskipun senangnya setengah hidup, tapi toh aku masih bisa mengontrol diri dan memohon ijin untuk tidak langsung menerima job offering tersebut. Berikan saya beberapa hari untuk menjawabnya. Ciee…jual mahal ni ye… Bukan gitu, tapi aku kan juga perlu untuk merenungkan keputusanku ini tanpa ada campur tangan emosi dan nafsu sesaat. Aku masih perlu untuk istikharah, memohon petunjuk, apakah ini jalan yang terbaik buatku. Dan hasilnya, beberapa hari kemudian kembali kuhubungi pihak perusahaan untuk menyatakan penerimaanku atas job offering tersebut. InsyaAllah, ini adalah keputusan yang terbaik.
Selanjutnya tes bahasa inggris dan tes kesehatan. Keduanya dilaksanakan pada hari yang sama, yaitu dua hari menjelang acara wisudaku. Banyak sih yang menarik untuk diceritakan, salah satunya apalagi kalau bukan tentang acara pengumpulan feses. Tapi masa sih mau diceritakan dengan gamblang di sini, gak sopan kalee… Apalagi kalo kamu bacanya sambil makan. Hmm…nyummy… wkwkwk…
Alhasil, singkat cerita, semua proses rekruitmen sudah dijalani, dan katanya aku sudah diterima. Dimulailah proses arrangement pemberangkatan (transport dan hotel). Dan pada saat hari H nya bisa dilihat di “Setahun di Bali (1)“.
14 April 2008
Pagi-pagi sekali sudah bangun, sholat Subuh, mandi, siap-siap buat berangkat ke kantor. Ciee…kantor… Yoi men… Sekarang bukan lagi berangkat kuliah ke kampus, tapi sudah berangkat kerja ke kantor. Inilah hari pertama ku mulai masuk kerja. Jalan kaki dari hotel Bali Prani ke kantor Mitrais.
Sampai di lobi, aku bertemu dengan teman-teman senasib sepenanggungan, yang belakangan menamakan diri (benernya namanya dikasih sama Mitrais sih) Q2-2008. Saat itu mukanya masih lucu-lucu, gemesin, masih culun, masih kurus, tak seperti sekarang yang sudah bulet-bulet karena sudah banyak duit. (Gak bulet gimana coba, lah tiap hang out kemana2 pasti acara wajibnya selalu tak pernah ketinggalan: makan-makan).
Jadilah selama tiga bulan berikutnya, kami menjalani Induction Course dengan penuh canda tawa. Haha..
ps: Mungkin ada yang bertanya2, sangsi dengan lukisan perasaan yang sering kugambarkan di atas. Masa sih sampe segitunya. Ini kan cuma perusahaan biasa, swasta lagi, gajinya juga ga gede2 amat. Tapi kalo boleh kujawab, yup… that exactly describes what i felt at that time. Inilah bedanya orang yang pinter sama orang yang “blom” pinter seperti diriku. Orang2 seperti diriku akan sangat mudah bersyukur atas nikmat yang diterima karena memang gak punya keinginan muluk2 dalam hidup. Dapat sedikit ya alhamdulillah, gak dapet ya berusaha lagi. Beda kan sama orang pinter yang sudah dapet banyak, tapi tetep aja gak pernah puas, nggerundel kesana-kemari. Akhirnya ga punya kesempatan buat bersyukur…
Sudah ada 2 tanggapan
wew… jadi ingat… awal2 dulu ketika masih ama teman sekamarku.. kita kan sempat minta tuker kamar kosan ama kamu.. tp di tolak T_T.. kejamnya kamu pada wanita-wanita hehehehe
waktu itu ga nyangka kita *Q2 banyak yg sekosan.. hehehe.. yang sebelumnya g kenal (Bro and kamu.. hehehe.. kebangetan 4 tahun kuliah gitu) bisa mayan kenal stlh itu.. plus teman2 q2 laen..
katanya sepi banget y skrg… serasa tak berpenghuni..Oh BJJ
*BJJ 8/1 :p
[...] RumahFrandi Blog » Setahun di Bali (3) on Setahun di Bali (1)aneke on Your Motherneke on Setahun di Bali (2)RumahFrandi Blog » Setahun di Bali (2) on Setahun di Bali (1)Ubay on [...]
Nyumbang ide :