RumahFrandi Blog

Ketika kata-kata tak lagi mudah didengar, buatlah ia senantiasa mudah dilihat
 
 
 

Bedanya yang ini dan yang itu

Suatu ketika sebuah pabrik terancam tidak bisa melanjutkan produksinya karena mesin utama yang dimilikinya rusak. Sudah berkali-kali teknisi didatangkan tetapi tetap saja tidak ada perubahan yang berarti. Kalaupun bisa berjalan kembali, tetapi tidak bisa sempurna seperti sedia kala. Hampir saja pabrik itu akan mempensiunkan mesin itu dan membeli yang baru. Sampai suatu hari ada yang menyarankan seorang teknisi lagi untuk memperbaikinya. Sang pemilik berpikir tidak ada salahnya mencoba, meskipun sebenarnya rasa pesimis sudah menggelayut di dada. Di hari saat teknisi itu datang, sang pemilik langsung yang mendampinginya memperbaiki mesin itu. Semenit, dua menit, si teknisi cuma berkeliling memperhatikan mesin yang rusak. Lalu dia mengeluarkan palu kecil dari tas perkakasnya, memperhatikan mesin itu lagi, lalu mengetukkan palu di salah satu bagiannya. Mesin dinyalakan, dan…taraa…mesin berfungsi normal kembali. Sang pemilik berterima kasih dan tersenyum lebar, namun seketika berhenti ketika si teknisi menyodorkan bill berisi biaya jasanya. $500. Sang pemilik bertanya, “Wah, mahal banget. Bukankah tadi saya melihat sendiri bahwa Anda hanya mengetukkan palu di mesin saya? Suatu hal yang bisa juga dilakukan oleh anak saya yang berumur 5 tahun. Jadi untuk apa saja $500 ini?”. Si teknisi menjawab, “Memang benar, tarif untuk mengetukkan palu itu hanya $1. Selebihnya adalah tarif karena saya tahu dimana palu itu harus diketukkan dengan benar.”

Waktu pertama kudengar cerita ini, seketika aku langsung tersenyum. Gak tau kenapa, tapi bayangan teman-teman di kantor yang kemarin kerja bareng menggarap project TMS langsung melayang di benakku. Aku tahu bener kalo banyak banget temen2ku itu yang nada2nya seperti si teknisi. Waktu kubilang, “Eh, ada bugs..”. Langsung deh mereka buka code, trace sebentar, dan taraa… si bugs ketemu dan langsung dibasmi. Ada yang lebih hebat. Waktu kubilang, “Eh, ada bugs..”. Tanpa harus membuka code, langsung aja dia menjawab, “Oh, itu pasti karena bla bla bla di data access nya”. Keren gak tuh. Tapi ada lagi loh yang lebih keren. Bahkan sebelum aku bilang kalo nemu bugs, dia malah nanya duluan, “nemu bugs nggak? sepertinya aku ngerasa akan ada bugs di bla bla bla deh”. Waaaahh… jangan salah, ni orang bukan paranormal. Tapi saking expertnya sampe2 udah bisa memprediksi apa yang akan terjadi dengan hasil kerjaannya kemarin. Saluto.

Bug Hunter

Bug Hunter

Pernah suatu ketika mengantarkan nenek yang sudah sepuh untuk berobat ke seorang dokter spesialis. Datang ke tempat prakteknya ternyata sudah penuh pasien yang antri. Setelah lama menunggu, tiba giliran kami yang masuk. Sampe di dalam, sang dokter yang ubannya tak kalah banyaknya dengan nenekku itu ternyata sangat ramah. Selama beberapa menit, kami hanya diajak ngobrol, becanda, ditanya ini itu yang kupikir ga ada hubungannya dengan penyakit nenekku. Lalu sang dokter ini hanya meminta nenekku mengulurkan kedua tangannya, dan dipijit2 bentar. “Sudah bu” katanya, sambil memberikan beberapa bungkus obat sambil menerangkan aturan minumnya. “Bulan depan kalo obatnya sudah habis bisa kembali kesini”. Setelah itu kami keluar, sedangkan nenekku hanya bisa bengong. Sampe di rumah, beliaunya langsung nanya, “tadi biaya dokternya berapa? kok kurang mantep ya kayanya. Gak pake disuntik”. Sambil tersenyum kujawab aja, “Ah sama aja seperti dokter biasanya”. Padahal jujur saja, teman-teman pasti tahu dong berapa tarif sekali periksa dokter spesialis jaman sekarang?

Dulu sewaktu kuliah, pernah semalaman dibelain begadang untuk ngerjakan tugas. Benernya tugas kelompok sih, berdua, namun temanku katanya sedang sakit. Jadilah aku sendiri yang peras otak. Lega juga karena akhirnya saat hampir subuh, tugasku itu selesai. Cuma 10 baris code. Tapi ya gitu deh, perjuangannya masyaAllah. Besoknya, ternyata teman kelompokku itu masuk kuliah. Sudah mendingan katanya. Lalu kutunjukkan hasil perjuanganku padanya. Dia pelajari sejenak soalnya, lalu mengamati hasil kerjaanku. Dia mengeluarkan kertas, dan menulis sesuatu. “Kalo seperti ini juga benar kayanya”, katanya. Kuamati…cuma dua baris…dan memang sepertinya benar…dan… cuma 5 menit….

~ Ditulis pada Thursday, September 25th, 2008, jam 5:09 pm ~
Balik ke atas

Sudah ada 2 tanggapan

  1. Cool.

    Thx for sharing.

    Salam kenal.

    frandi: salam kenal juga mas. Blognya boleh tuh, ntar deh kapan2 mo berguru :)

  2. There’s no success without struggle (Ala Bisa Karena Biasa)… bener g???

    frandi: ya, bisa juga seperti itu. Tergantung yang menafsirkan sih… :)

  3. Nyumbang ide :

    Oh iya, Karena fitur "Comment Moderation" sedang diaktifkan maka ada kemungkinan tanggapan Anda gak akan langsung ditampilkan. Jadi, sabar dulu yah. Gak perlu ngirim lagi, oke!

 

© RumahFrandi Group 2010

Theme: RumahFrandi Curtain ver. 1.3.2