RumahFrandi Blog

Ketika kata-kata tak lagi mudah didengar, buatlah ia senantiasa mudah dilihat
 
 
 

Boneka Bertelinga Bolong

Anak lelaki tak bermain boneka. Ya setidaknya itulah pendapat ‘normal’ yang berkembang di masyarakat kita. Tapi menurut cerita yang kudengar, gak begitu halnya yang terjadi di India sana. Alkisah, para pangeran di kerajaan India justru terbiasa untuk bermain dengan boneka sejak kecil. Itulah kenapa boneka2 di India dibuat cantik2 kali ya. Jadi mainan pangeran sih. Kalo Sakh Rukh Khan main boneka juga ga ya? Hehe… Ntar deh kita konfirmasi langsung ke yang bersangkutan.

Nah, dari kebiasaan itulah berkembang banyak sekali cerita2 kebijaksanaan tentang pangeran India dan boneka2nya. Salah satunya adalah tentang boneka bertelinga bolong. Hehe… Kusebut aja seperti itu, soalnya gak tahu judul aslinya sih.

Jadi ceritanya pada saat pangeran sedang berulang tahun, seorang penasehat kerajaan memberikan hadiah kepadanya. Bisa ditebak kalo hadiahnya tentu saja adalah boneka. Tak cuma satu, tapi tiga boneka sekaligus. Tapi ternyata selain boneka, di dalam hadiah itu terdapat juga seutas tali.

Si pangeran bertanya untuk apakah tali itu. Mulailah si penasihat kerajaan menjelaskan cara mainnya. “Ambillah boneka yang pertama, lalu masukkan tali itu dari telinga sebelah kiri”, perintahnya.

Si pangeran menurutinya. Diambil boneka yang pertama, dimasukkan tali dari telinga sebelah kiri. Ternyata tali itu langsung keluar dari telinga yang sebelah kanan. Si penasihat kerajaan tersenyum lalu berkata, “Itulah tipe orang yang pertama. Ketika dia mendengar sesuatu dari telinga kiri, langsung keluar dari telinga kanan”. “Ambillah boneka yang kedua, lalu masukkan lagi talinya dari telinga sebelah kiri”, lanjutnya.

Si pangeran kembali menurutinya. Boneka kedua diambil, lalu dimasukkannya tali dari telinga sebelah kiri. Berbeda dengan boneka yang pertama, kali ini ujung tali justru keluar dari mulut boneka. Kembali si penasihat kerajaan tersenyum sambil berkata, “Ya itulah tipe orang yang kedua. Apapun yang didengarnya selalu diceritakannya kepada orang lain melalui mulutnya”. Si pangeran semakin tertarik, dan tak sabar untuk mencobanya kembali pada boneka yang ketiga.

Maka ketika si penasihat kerajaan menyuruhnya untuk mengambil boneka yang ketiga, dia langsung mengambilnya dan memasukkan tali kembali dari telinga sebelah kiri boneka. Tapi aneh, kali ini ujung tali tak keluar dari manapun. Bahkan sampai seluruh bagian tali habis dimasukkan, si pangeran tetap tak mendapatinya keluar lagi. Apa maksudnya?

“Itulah tipe orang yang ketiga. Apa yang didengarnya disimpan baik-baik untuk dirinya sendiri, tak dikeluarkan percuma dari telinga kiri, dan juga tak pernah diceritakannya kepada orang lain”, si penasihat kerajaan menjelaskan.

“Lalu tipe orang manakah yang paling baik”, si pangeran bertanya.

Penasihat kerajaan mengeluarkan sebuah boneka lagi dari balik jubah yang dipakainya. “Inilah tipe orang yang paling baik. Cobalah masukkan tali dari telinga sebelah kirinya”.

Ketika pangeran mencobanya, sama seperti boneka yang pertama, ujung tali langsung keluar dari telinga sebelah kanan. “Masukkan lagi talinya”, perintah si penasihat kerajaan. Kali ini, ketika pangeran mencobanya pada boneka yang sama, ujung tali keluar dari mulut si boneka. Dan pada percobaan yang ketiga, ternyata ujung tali tak lagi keluar dari bagian manapun.

“Itulah tipe orang yang paling baik. Ada kalanya dia harus mengabaikan sesuatu yang didengarnya, karena tak akan membawa manfaat apa2, dan bahkan akan membawa kerugian bila diteruskan. Berita seperti itu memang pantas untu masuk dari telinga kiri dan langsung keluar dari telinga kanan. Namun ada juga berita yang butuh untuk segera disampaikan pada khalayak ramai karena justru akan membawa malapetaka apabila didiamkan. Dan akhirnya tentu saja, dia tahu kapan harus menyimpan sesuatu yang didengarnya untuk dirinya sendiri, dan diwujudkan dengan tindakan apabila diperlukan. Dia tidak mengabaikannya, tetapi juga tak serta merta disebarkan kepada orang lain.“

~ Ditulis pada Tuesday, October 28th, 2008, jam 7:43 am ~
Balik ke atas

Nyumbang ide :

Oh iya, Karena fitur "Comment Moderation" sedang diaktifkan maka ada kemungkinan tanggapan Anda gak akan langsung ditampilkan. Jadi, sabar dulu yah. Gak perlu ngirim lagi, oke!

 

© RumahFrandi Group 2010

Theme: RumahFrandi Curtain ver. 1.3.2