Rileks
Untuk kesekian kalinya pesan error tebal miring berwarna merah, “Extender may not be registered before PreRender“, itu kembali terpampang di layar Chrome ku. Sambil menarik napas, perlahan kusandarkan tubuh di kursi yang baru seminggu ini kutempati. Sinar keemasan dari mentari senja yang menerobos melalui jendela akhirnya berhasil mengalihkan perhatianku dari layar monitor 15″ yang sejak pagi sudah kupelototin.
Suasana kantor sudah mulai sepi, karena memang sejak 1 jam yang lalu sebenarnya office hour berakhir. Satu demi satu tetangga cubicle mulai beranjak, meninggalkan rutinitas pekerjaan, menyambut akhir pekan dengan senyum mengembang. Hanya terlihat beberapa orang tersisa di cubicle yang agak jauh masih asyik dengan aktifitasnya masing-masing. Dari gelagatnya yang (sok) serius, dengan headset yang masih terpasang, aku langsung bisa menebak bahwa mereka sedang asyik dengan DotA.
Perlahan kucoba pejamkan mata yang mulai agak perih karena belum diistirahatkan lagi sejak kembali dari sholat Jum’at tadi. Sempat memang turun sebentar ke bawah untuk sholat Ashar, tapi setelah itu kembali lagi berdansa dengan baris demi baris code yang seakan berbaris rapi, namun sebenarnya menyimpan bug yang menantang untuk dicari. Kesal, lelah, marah… tapi tentu aku belum mau menyerah.
Dinginnya udara lumayan membantu merilekskan tubuh ini, sejenak melupakan kesemrawutan pikiran. Maklum, AC-nya masih baru. Selain sirkulasi udaranya masih bagus, juga tidak berisik seperti di kantorku yang lama. Biasanya sih badan ini memang agak kurang bersahabat kalau bertemu dengan AC yang sudah seperti mesin pesawat terbang. Bukannya membuat sejuk, malah bisa masuk angin jadinya. Sama kasusnya seperti AC mobil. Entahlah, meski tidak sampai ke tahap phobia, tapi sepertinya tubuhku serasa ingin berontak kalau sudah mencium bau AC mobil. Membayangkan saja sudah membuat perutku mual. Atau barangkali karena selama ini baru mampu menaiki mobil sekelas Kijang dan APV ya? Entah kalau suatu saat nanti diberi kesempatan untuk menaiki mobil sekelas Jaguar atau Ferrari. InsyaAllah mualnya akan hilang mungkin. Bilang amiin dong
Amiin. Terima kasih do’anya. InsyaAllah kalau setiap pengunjung blog ini ikut berdo’a, akan cepat dikabulkan sama Yang Kuasa. Mengutip katanya Ust. Yusuf Mansur (semoga beliau dirahmati Allah), siapkan peluru do’a yang banyak biar kemungkinan mengenai sasarannya lebih besar. Masa sih, diantara 1000 peluru do’a yang dikirimkan tak ada satupun yang minimal nyerempet-nyerempet. Kalau tak tepat mengenai sasaran bisa naik Jaguar, minimal bisa jadi direktur di perusahaannya lah. Eh, jangan tertawa. Bilang amiin saja. That’ll be better.
Aghh…perlahan kuhela kembali napas, sambil menikmati udara dingin yang mengalir melalui rongga hidung. Sahabat, sebenarnya bukan cuma itu saja mimpi yang sering berkelebat di benakku. Membuat sekolah gratis yang berbasis kreatifitas, membangun rumah sakit gratis yang menyentuh lapisan masyarakat terbawah, mendirikan international humanity foundation, dan membesarkan RumahFrandi corp. untuk membiayai itu semua. Tinggi ya, namun tak pernah sekalipun ku menyebutnya khayalan. Tetap, kupandang itu semua sebagai cita-cita, sambil kemana-mana meminta bantuan peluru do’a dari setiap orang yang kutemui. Tak ada yang tak mungkin bukan? Kun fa yakun.
Gubrakk…tiba-tiba suara keras itu mengagetkanku. Terbuka mata sambil tingak-tinguk mencari sumbernya. Oh, ternyata cuma kotak tissue yang tidak sengaja kesenggol oleh seseorang di cubicle seberang. Memang selama seminggu ini banyak sekali insiden kecil yang disebabkan oleh belum terbiasanya kami dengan properti yang dipajang di kantor baru ini. Ah syukurlah. Tapi sebentar, kemana gerangan sinar keemasan di jendela yang tadi sempat kulihat. Kulirik jam di pojok kiri bawah monitor. Astaghfirullah, sudah jam 18.20. Memang sulit kalau mengharapkan suara Adzan setiap waktu sholat tiba di Sanur ini. Yuk, sholat dulu yuk!
Sanur office – 12 Juni 2009 – menjelang Maghrib
Baru ada 1 tanggapan
he..he.. jadi ga enak kemaren tu nanyain bakal pulang jam berapa ke Frandi padahal lagi serius2nya ya… btw, cita-citamu top markotop Fran. Semoga semuanya bisa terwujud Fran. Oh iya ga lupa bilang amiin.
Nyumbang ide :