Karena cinta maka kerjakan, ah…vice versa…
Love what you do or do what you love. Penting gak sih? Sepertinya memang penting. Coba aja googling, banyak kok yang ngebahas soal ini. Topiknya emang menarik karena menyangkut hajat hidup orang banyak, eh… menyangkut jati diri seorang anak manusia, eh… menyangkut jalan hidup dan masa depan seorang insan…weleh… ga nemu yang pas. Tapi yang jelas emang keliatannya penting sih.
Tersiksa memang kalo harus ngelakuin apa yang sebenarnya gak kita sukai. Mo kerja ga enak, tidur ga nyenyak, makan pun ga nikmat. Eh, kok mirip2 orang yang lg patah hati? Bukan mirip, tapi sama. Sama-sama kehilangan dan jauh dari apa yg dicintainya.
Ini bukan kerjaannya para muda-mudi nan belia yang masih mengalami cinta kera. Bukan juga dominasi para pria paruh baya yang sedang mengalami puber kedua. Ini adalah milik bersama antara seluruh umat manusia yang pernah hidup di dunia. Senantiasa mencari dan berusaha melakukan apa yang paling disukai dan dicintainya.
Tapi ini kan dunia, yang katanya orang penuh sandiwara. Sang bintang pun tak bebas menentukan jalan cerita, karena semua harus tunduk dan patuh pada sang sutradara. Akibatnya, antara kita dan yang kita cintai tak selalu berada di jalan yang sama. Nah, disinilah kita harus memutuskan, mau pilih menu yang pertama atau yang kedua. Kalau yang pertama, ya udah kita ga usah kemana-mana. Cukup syukuri yang sudah ada bersama kita, ambil positifnya, buang negatifnya.
Lah, tapi kan susah kalo kita emang ga suka?
Yup, tapi masih ingat kan dengan “tresno jalaran soko kulino” yang legendaris itu. Lagian apa yang kita tidak suka, bukan berarti juga tidak baik buat kita, ya toh. Tuhan itu ga akan memberikan apa yang kita minta, tapi apa yang kita butuhkan. Semua orang ga suka akan kebodohan, tapi karena kebodohanlah muncul sosok mulia bernama guru. Siapa juga yang cinta akan masalah, tapi dari situlah semua orang bijak yang kita kenal lahir. Yok kita renungkan… Tapi ya itu tadi, dengan memilih menu yang ini, kemungkinan besar kita akan mengalami suatu pengalaman tidak mengenakkan yang amat sangat nyata. Banyak kok yang sudah berhasil melewatinya, tapi sayangnya ga sedikit juga yang gagal total di tengah perjalanan.

jalan penuh rintangan
Wew… Masih ada satu lagi kan pilihannya?
Yup, pilihan yang kedua. Kita cepet-cepet angkat kaki dari jalan yang selama ini kita tapaki, beralih ke jalan dimana sesuatu yang kita cintai berada. Baikkah? InsyaAllah… Karena di situ kita akan cepat menemukan kembali semangat hidup dan gairah untuk berusaha. It’s a good start.
Terus?
Ya selanjutnya terserah anda. Biasanya sih, kalo sudah cinta silverqueen pun akan terasa cokelat.
Lah, kan emang cokelat.
Iya, masalahnya kalo kamu lagi stress ato patah hati, rasa silverqueen ga terasa cokelat lagi. Ga tau deh terasa apa, aku blom pernah patah hati soalnya
. Jadi, kalo sudah bersama yang kita cintai, istilahnya gunungpun akan kudaki, lautpun akan kuselami. Tak ada yang berat, karena hati sudah tertambat.
Asyiik… Jadi ga ada resikonya dong?
Wew… mati aja masih ada resikonya kok, apalagi hidup. Masalahnya kan tak semua yang kita cintai itu juga baik buat kita. Hidup ini terdiri dari terlalu banyak variabel sehingga sangat sulit untuk menebak endingnya. Lagian dengan memilih menu yang kedua ini, banyak orang yang ternyata cuma terjebak pada euforia cinta semata. Terlalu fokus pada apa yang kita cintai, sehingga lupa dengan hal-hal lain di sekitar kita. Wah, bahaya tuh… Seperti anak bayi yang lompat ke mulut harimau karena melihat permen nyangkut di dalamnya.

menggapai cinta
Ehm…ga ada pilihan menu yang ketiga? Hehe…dikasih dua aja bingungnya setengah mati gitu kok, apalagi dikasih lebih. Udah, ga usah terlalu banyak bingung, ntar ada sesinya sendiri untuk berbingung-bingung ria. Sekarang saatnya bergerak, berbuat nyata, jangan cuma jago beretorika. Go go go.. Move it…move it…
Ah… dikau sendiri gimana? Udah milih yang mana?
Ehm…Kalau sekarang sih menurutku apa bedanya. Lha wong pada akhirnya sama-sama mencintai kok. “It’s not about Love What You Do or Do What You Love matter. Because once you’ve started something to be done, it deserves your very best untill it’s finished… ”. Kayanya aku pernah nulis gitu, tapi lupa entah dimana.
Sudah ada 2 tanggapan
Web barunya mantap banget Mas Frans. Saya tersanjung dibilang nyumbang ide padahal komentarnya “gini doang” wkwkwk. Suka banget sama kata-kata yang terakhir itu .. keren.
saya seperti membaca suatu rubrik apaaa gitu di majalah apaaa gitu mas frans..
hehe web barunya lucu mas franss
Nyumbang ide :