RumahFrandi Blog

Ketika kata-kata tak lagi mudah didengar, buatlah ia senantiasa mudah dilihat
 
 
 

Rileks

June 14th, 2009

Untuk kesekian kalinya pesan error tebal miring berwarna merah, “Extender may not be registered before PreRender“, itu kembali terpampang di layar Chrome ku. Sambil menarik napas, perlahan kusandarkan tubuh di kursi yang baru seminggu ini kutempati. Sinar keemasan dari mentari senja yang menerobos melalui jendela akhirnya berhasil mengalihkan perhatianku dari layar monitor 15″ yang sejak pagi sudah kupelototin.
Lanjutin baca Rileks disini »

Setahun di Bali (3)

May 23rd, 2009

It’s been more than a month since I published Setahun di Bali (1) and Setahun di Bali (2). During the time, I find some interesting facts on their statistics. Almost eighty percents of the searching stats are dominated with keyword ‘mitrais’. Actually, I’ve predicted it before because, indeed, this company is the main reason I’m here now at Bali. But lately, I started to feel uncomfortable with this situation. I don’t know…maybe I’m just too afraid if the readers then see me as a little model that can represent the image of this company. Oow no no, I’m not the image of anything. I only represent my self here.
Lanjutin baca Setahun di Bali (3) disini »

Be the change you want to see in the world

May 21st, 2009

Di adegan terakhir itu, setelah Sarah menghapus darah dari hidung Michael dan lalu memeluknya, ada tulisan… “four years later”. Alex mengirimkan surat ucapan ulang tahun kepada Pam. Linc berangkat dengan mobil setelah sebelumnya berpamitan pada Sofia. Fernando pun juga berpamitan pada putrinya. Sempat ditampilkan Donald yang sedang duduk di kursi roda di rumah sakit, dan Krantz yang akan dihukum mati di kursi listrik.

Yang menarik tentu saja Sarah yang membeli bunga sambil tersenyum dan mengajak Michael Jr, “Come on. Let’s go see your daddy”. Sesampai di tempat yang dituju, si Michael Jr. berlari ke arah Linc yang lalu menggendongnya. Di situ juga sudah menunggu Alex dan Fernando. Bersama-sama kelimanya menuju ke arah pantai.

Michael Jr. lalu berjalan membawa bunga, dan Linc mengeluarkan sebuah origami burung dari sakunya. Keduanya diletakkan dengan lembut di atas sebuah batu nisan, bertuliskan…


MICHAEL J. SCOFIELD
10.8.1974 – 11.4.2005
Husband, Father, Brother, Friend
Be the change you want to see in the world

Your Mother

April 29th, 2009

by: Yusuf Islam

Who should I give my love to?
My respect and my honor to
Who should I pay good mind to?
After Allah
And Rasulullah

Comes your mother
Who next? Your mother
Who next? Your mother
And then your father
Lanjutin baca Your Mother disini »

Setahun di Bali (2)

April 14th, 2009

Rekruitmen

Berawal dari hasil chat dengan teman2, kucoba memberanikan diri mengisi form aplikasi online perusahaan ini. Padahal saat itu belum juga yudisium, apalagi wisuda. Sidang TA juga baru kemarinnya. Seharusnya masih ada waktu buatku refreshing, bersenang2, bersantai sejenak, setelah berbulan2 berjibaku dengan rumus HyperElliptic Cryptosystem.

Tapi kok ya rasanya masih ada yang belum pas saja di hati kalo tidak segera mulai ngelamar2. Maunya sih langsung ngelamar anak gadis orang. Tapi dari segi prioritas juga masih belum tepat, karena seharusnya ngelamar kerja dulu, baru ngelamar yang itu. Selain tentu saja karena anak gadis yang dituju memang belum ada.
Lanjutin baca Setahun di Bali (2) disini »

Setahun di Bali (1)

April 12th, 2009

Penerbangan Pertama

Hari ini, setahun yang lalu, adalah yang kedua kalinya aku menuju ke Bali sejak kedatanganku yang pertama ke sana, 22 tahun sebelumnya. Namun berbeda dengan yang pertama, kali ini bukan untuk tamasya, melainkan untuk mencari nafkah. Kalau dulu rame-rame bareng keluarga, sekarang hanya sendiri saja. Dulu “cuma” naik mobil, sekarang alhamdulillah sudah naik pesawat udara. Tak lagi dibayari ortu, tapi langsung dibayari kantor. Hehe..
Lanjutin baca Setahun di Bali (1) disini »

@istriku

April 3rd, 2009

Barusan abis fesbuk-an, jalan2 di wall orang2… Ga sengaja nemu status seorang temen yang kira2 bunyinya gini (demi kenyamanan berbagai pihak, nama serta kutipan kata2 terpaksa diblurkan :D ):

Mas A: “Nyiapin fisik dan mental untuk acara besok pagi”

trus ada yang ngereply:

Mbak F: “Mau kemana hayo… Jangan pulang malam2 ya. Jaga kesehatan suamiku :)

trus Mas A nya ngereply lagi:

Mas A: “@istriku: waduh…ketahuan deh :D

fufufu….nggarai kepingin wae….
Kapan ya bisa ber-”suamiku istriku” di fesbuk juga?

Kalau memang yang terbaik, mudahkanlah…

March 20th, 2009

Mungkin memang tak ada hubungannya antara “yang terbaik” sama “yang mudah”. Ya setidaknya tak ada korelasi secara langsung lah. Keduanya bukanlah padanan kata, dan bukan pula lawan kata. Kalaupun akhirnya keduanya disatukan, mungkin itu hanya terjadi pada doaku saja.

Yup…seringnya ku berdoa, “Ya Allah, kalau memang yang terbaik, mudahkanlah…”, membuatku malah sering merenung. Apa iya semua yang terbaik itu adalah yang mudah-mudah, atau yang yang mudah-mudah adalah yang terbaik? Uhm…kayanya gak mesti sih.
Lanjutin baca Kalau memang yang terbaik, mudahkanlah… disini »

Questioner Yang Dulu Itu Loh…

March 4th, 2009

Malam itu aku begadang. Memilah2, mengelompokkan, lalu dijepret, sambil sesekali memeriksa hasil yang baru diprint. TV masih dibiarkan menyala meskipun aku sudah tidak ngeh acara apa yang sedang ditayangkan. Bungkus nasi goreng yang sudah kosong sejak sejam yang lalu masih tergeletak di sudut kamar, blom sempat dibuang keluar. Sesekali pula kulirik jam di dinding, ternyata sudah sangat larut. Beberapa jam lagi sudah masuk waktu Subuh, tapi toh sama sekali blom ada rasa kantuk yang bertengger di pelupuk mata.
Lanjutin baca Questioner Yang Dulu Itu Loh… disini »

Enjoy The Process

March 2nd, 2009

“Sepuluh menit babak pertama berjalan, Deltras memperoleh peluang pertama lewat sepak pojok Gustavo Chena. Namun bola yang mengarah langsung ke mulut gawang dapat diantisipasi dengan baik oleh bek Dian Agus. Tim tamu mampu unggul terlebih dahulu menit ke-20 setelah M. Ridwan sukses melewati hadangan dua pemain tuan rumah di sisi kanan pertahanan Deltras.

Deltras punya peluang menit ke-32 lewat pemain pengganti Choirul Anam. Akan tetapi bola hasil sundulannya meneruskan umpan Danillo Fernando masih melenceng tipis di sisi kiri gawang Pelita. Begitu juga usaha Chena sepuluh menit kemudian, masih gagal setelah tendangan kerasnya dari luar kotak penalti menyamping di sisi kiri jala Pelita. Skor tak berubah hingga turun minum.

Deltras mendapat kesempatan emas untuk menyamakan skor melalui titik putih di menit ke-54, menyusul pelanggaran Johan Ibo terhadap Choirul Anam. Namun Chena yang menjadi eksekutor gagal menunaikan tugasnya. Tembakannya melebar tipis di sisi kiri gawang Dian Agus. Chena akhirnya membayar tuntas kegagalannya dengan mencetak gol penyama kedudukan di menit 68, setelah tendangan first time gelandang Argentina itu di dalam kotak penalti, meneruskan umpan Dede Hugo, menembus jala Dian Agus. Dede pun kemudian mencatat namanya di papan skor di menit 74. Umpan Danillo ke dalam kotak penalti diterima dengan dada oleh Dede. Dengan membelakangi gawang ia melepaskan tendangan pelan namun terukur, yang bersarang di pojok kanan gawang Pelita.”

Jalannya pertandingan Deltras vs Pelita Jaya yang berakhir dengan 2-1 (Courtesy DetikSport.com)
Lanjutin baca Enjoy The Process disini »

 
 

© RumahFrandi Group 2009

Theme: RumahFrandi Curtain ver. 1.3.2